Kamus Teknologi Pangan icon

Kamus Teknologi Pangan APK

  • Author:

    Aris_Studio

  • Latest Version:

    1.1

  • Publish Date:

    2017-05-30

The description of Kamus Teknologi Pangan

Teknologi pangan adalah aplikasi dari ilmu pangan untuk sortasi, pengawetan, pemrosesan, pengemasan, distribusi, hingga penggunaan bahan pangan yang aman dan bernutrisi. Dalam teknologi pangan, dipelajari sifat fisis, mikrobiologis, dan kimia dari bahan pangan dan proses yang mengolah bahan pangan tersebut. Spesialisasinya beragam, diantaranya pemrosesan, pengawetan, pengemasan, penyimpanan dan sebagainya.

– Rekayasa Proses Pangan,

– Mikrobiologi dan Keamanan Pangan,

– Pangan dan Gizi,

– Manajemen Industri Pangan,

– Pengemasan Pangan,

– Pengeringan dan Pendinginan,

– Teknologi Teh, Kopi dan Coklat,

– Teknologi Minyak Atsiri, Rempah dan Obat,

– Teknologi Fermentasi,

– Boiteknologi Pangan,

– Mikrobiologi Pangan dan Enzimonologi.

– Manajemen Pangan Aman dan Halal,

dan masih banyak mata kuliah menarik lainnya.
KARIR

Karena tidak mudah masuk ke bagian ini dan posisinya yang penting, standard gajinya tentu lebih tinggi. Jumlah sarjana yang diterima di bagian ini biasanya lebih sedikit. Misalnya untuk 1 jenis produk hanya diperlukan 2 staf Pengembangan Produk saja. Kalau sebuah perusahaan memproduksi 10 macam produk, maka jumlah staf di bagian ini paling banter 20 orang.
PROSPEK Jangka Panjang

Para sarjana Food Tech, terlebih mereka di bagian pengawasan mutu, jarang terlihat oleh para pimpinan perusahaan. Yang sering bertemu dan berhubungan langsung dengan para pucuk pimpinan adalah staf di bagian Sales atau Marketing atau Finance. Orang Food Tech lebih sering ‘behind the scene’ alias berada di belakang layar. Ini tentu berkaitan dengan peluang karir untuk mendapatkan posisi lebih tinggi.

Menurut Indradi Sadhani, sarjana Food Technology lulusan Royal Melbourne Institute of Technology, Australia, ada kecenderungan bahwa pekerjaan yang ditangani para sarjana Food Tech ini sering kali bisa digantikan oleh lulusan Teknik Kimia. Memang, ini tergantung pada jenis produk dan kebijakan pimpinan. Baru belakangan ini di Australia lulusan Food Tech mulai banyak dicari karena ada beberapa hal, terutama yang menyangkut nutrisi, yang kurang dipahami lulusan Teknik Kimia.

Masih menurut Dadi, nama panggilan Indradi, belakangan sarjana Food Tech banyak berperan sebagai Project Manager, bukan mengembangkan produk. Alasannya, di banyak pabrik makanan, kebutuhan bahan makanan tertentu dipesan dari perusahaan lain dalam bentuk jadi.

Misalnya di pabrik udang tepung dalam kemasan, dari pada membuat tepung sendiri, pabrik memesan tepung dari perusahaan lain yang lebih handal soal ini karena memang spesialisasinya hanya membuat tepung. Jadi para sarjana Food Tech lebih banyak berperan dalam proses pemesanan seperti misalnya menentukan jenis bahan yang diperlukan, komposisi di dalamnya, kapan mesti diterima, dalam kondisi seperti apa, dan lain-lain.
Jurusan ini untuk siapa?

Kesimpulannya, bagi beberapa kalangan, jurusan ini tidak mencetak tenaga kerja yang cepat menuju pucuk pimpinan. Dengan kata lain, jurusan ini kurang cocok bagi mereka yang berambisi pada kedudukan di perusahaan.

Namun bagi mereka yang punya hasrat (passion) kuat di bidang makanan, kesehatan, sains, dan biologi, dan ingin hidup dan bekerja dengan tenang dan “adem ayem”, tidak suka stress karena dikejar-kejar target, bidang ini bisa jadi pilihan yang menarik. Sekalipun demikian bukan lantas berarti ini pekerjaan yang mudah. Tanggung jawab profesinya tetap saja besar.

Bagi yang berminat menjadi pengusaha di bidang industri makanan, jurusan ini bisa memberi bekal cukup memadai. Tentu saja sikap dan etos kerja seorang pengusaha juga mesti dimiliki. Silakan baca artikel Teknologi Pangan – Tangga Menuju Karir Gemilang. Untuk informasi lebih dalam mengenai jurusan ini, silakan masuk ke infoletter.jurusanku.com. Pilih infoletter edisi Teknologi Pangan. Semoga bermanfaat.
Show More
Comment Loading...
Be the first to comment.
Popular Apps In Last 24 Hours
Download
APKPure App